Perjudian sabung ayam Deyeng Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Looos Dooll !!! Di masa Pandemi

KEDIRI-Nusantara-post.com Pekat ( Penyakit Masyarakat) ) Judi dadu dan sabung ayam sudah bukan hal yang baru, haruslah segera diberantas apalagi adanya oknum yang dengan sengaja memanfaatkan situasi untuk meraup rejeki yang diduga ikut andil demi kelancaran serta keamanan untu kelancaran perjudian yang jelas-jelas sudah dilarang.

Sudah seharusnya hal ini perlu menjadi perhatian khusus Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polres Kediri, untuk segera menindaklanjuti adanya perjudian, bukan malah sebaliknya yang diduga adanya pembiaraan apalagi rasa kemanusiaan yang ujung-ujungnya hanyalah urusan kerjasama terselubung dalam bentuk konspirasi.

Apalagi sekarang perjudian sabung ayam dan dadu di Deyeng Ringinrejo yang masuk wilayah hukum Polres Kediri tetap digelar meski imbauan terus digencarkan dari pemerintah daerah di Kabupaten Kediri, seperti harus menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan menerapkan 5M (Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas). Semua imbauan ini termasuk vaksinasi untuk menekan angka Covid-19, pada Selasa sore (15/03/2021).

Sebelumnya telah diberitakan sejumlah media online, Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, SIK, MH, akan tindak tegas perjudian sabung ayam di wilayah hukum Polres Kediri. Beberapa jam yang lalu dengan beredarnya kegiatan perjudian sabung ayam tersebut jelas akan menimbulkan klaster baru Covid-19 di Kediri.

Diduga kuat ada beberapa oknum polisi dari Polres Kediri ikut berkecimpung di dalamnya, sehingga perjudian berjalan dengan lancar. Dengan sistem upeti dari arena sabung ayam tersebut, pada tiap bulannya.

Dari hasil pantauan sejumlah media di Kediri, sempat perjudian ini berlangsung di Srikaton, karena ada pengaduan masyarakat akhirnya pindah dan pindah lagi hingga sekarang di dekat Balai Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo. Ironisnya, masyarakat sangat wellcome mereka ikut mengais rezeki lewat jasa parkir dan warkop dadakan.

Sedangkan kalau di hari Minggu pengunjung penjudi yang datang mencapai ratusan dari luar daerah, terutama seperti Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, dan Madiun. Masyarakat tidak mengindahkan antara rezeki yang mereka terima dengan resiko yang akan mereka peroleh, maka sudah seharusnya pemerintah daerah terutama Tim Gugus Covid-19 segera bertindak.

Sampai berita ini diturunkan perjudian ayam Deyeng masih berlangsung yang diduga dikelola tidak hanya satu orang sudah menjalin kerjasama antara sejumlah oknum. Disebutkan warga setempat yang berpesan ke media ini untuk tidak menyebutkan namanya bahwa sabung ayam di wilayah desanya (Deyeng) sudah kondusif karena adanya upeti ke sejumlah oknum agar bentuk perjudian sabung ayam bisa berjalan mulus.

“Iya pak, itu sudah dikondisikan semua, hingga bisa adu ayam dengan leluasa,” kata warga setempat.( Team )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.