GMPRI Meminta KPK Segera Proses Hukum Dugaan Kasus Korupsi Gubernur NTB

 

Jakarta | Nusantara-post.com

Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia
Kali ini Bung Sahdan, S.E, M.E selaku Ketua Departemen Politik Dalam dan Luar Negeri Dewan Pimpinan Agung GMPRI sedikit menguraikan berdasarkan hasil investigasi kami bahwa Program Irigasi Tetes Jagung Dinilai tidak berjalan dan gagal total. Minggu (21/03/2021)

Sehingga Kami Bung Sahdan menjelaskannya dari Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Menduga Ada Perampokan Uang Negara Senilai Kurang Lebih Rp 28 Miliar oleh Pemerintah Nusa Tenggara Barat.

Program penanaman Jagung pola Irigasi Tetes itu yang diluncurkan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2019, di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, sumber biaya dari APBD NTB sebesar Rp 19 Miliar, dinilai tidak berjalan dan gagal Total. Pasalnya, masyarakat hanya merasakan manfaat program itu hanya sekali. “Ungkapnya

Selanjutnya, tidak sesuai janji Gubernur NTB saat itu. Keluhan Masyarakat berdasarkan kegagalan Program Irigasi Tetes Jagung membuat masyarakat mengeluh dan menganggapnya janji Palsu Gubernur NTB karna Program ini terbukti Gagal dan tidak boleh di lanjutkan kembali. “Jelasnya

Akibat Gubernur NTB memaparkan soal program irigasi tetes ini cukup luar biasa janjinya. Faktanya, malah masyarakat rugi, hanya bisa panen sekali ketika musim hujan saja.

Lalu pada tahun 2019 tahun kemarin Gubernur Provinsi NTB menyampaikan program ini bahwa, bisa merubah perekonomian masyarakat, karena bisa panen sebanyak 3 kali dalam setahun. Faktanya, hanya bisa satu kali panen pada musim hujan saja. Malah, program itu sudah tidak diminati petani.

Hasil pantauan awak media Nusantarapost.com bahwa program Irigasi Tetes tersebut patut diduga wadah konspirasi merampok uang negara. Pasalnya tahun 2019, sebesar Rp 19 Miliar APBD Provinsi NTB diserap untuk program Irigasi Tetes di Lombok Utara. (21/03/2021)

Hingga kami simpulkan Gubernur NTB gagal dalam perencanaan. Mereka buat program untuk merampok uang negara, sehingga kami meminta KPK lakukan pemeriksaan terhadap Pemerintah Nusa Tenggara Barat dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat, ada permainan antara DPRD NTB dengan Gubernur NTB” atau ” Kong kali Kong antara Eksekutif NTB dan Legislative NTB”

Lanjut Irigasi Tetes penanaman ratusan ribu jagung itu tidak berjalan, karena dari angka itu, hanya sekitar 1000 pohon bisa hidup. Itu pun tidak semua bisa dipanen masyarakat.

Serta melihat fakta, masyarakat bilang, tidak pernah panen karena, struktur tanah merupakan pasir, sulit jagung bisa hidup. Parahnya, masyarakat sebut tidak ada manfaatnya, tidak sesuai janji Gubernur NTB.

Yang lebih aneh, sudah tahu program tidak berjalan, kembali dianggarkan dalam APBD NTB 2020 sebesar Rp 9 Miliar untuk di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

“Mestinya, kalau gagal di KLU jangan dianggarkan lagi. Makanya Kami patut menduga ada konspirasi merampok uang negara di program irigasi tetes ini

Maka dari itu Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) akan melaksanakan Aksi yang akan diselenggarakan pada :
Hari/tanggal : Kamis, 25 Maret 2021
Waktu : 13.00 WIB s/d selesai
Tempat : Gedung KPK RI
Tuntutan :
1. Kami dari Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia Menuntut KPK RI untuk segera memanggil dan memeriksa Gubernur NTB atas dugaan penyelewengan Dana Irigasi Tetes Jagung.

2. Kami dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia mendesak KPK untuk menginvestigasi Gubernur NTB Terkait dengan Penyelewengan Angaran Program Irigasi Tetes Jagung.

3. Kami dari Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia Meminta dan memohon KPK untuk bekerja dengan Profesional dan menyelesaikan semua kasus yang terindikasi terlibat dalam kasus Korupsi Anggaran di NTB.

“Demikian undangan peliputan dan press release ini kami buat atas kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.” Tutup Bung Sahdan

Reportase | Zulkarnain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.