Oknum Pendamping P3-TGAI : Jangan Temui Wartawan Yang Konfirmasi

Lamongan | Nusantara-post –Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi yang selanjutnya di singkat P3-TGAI adalah program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air. Program yang di danai dengan anggaran APBN ini adalah sebesar 195 juta rupiah.

 

Kabupaten Lamongan mendapatkan 30 titik. Namun sayangnya di beberapa titik pengerjaan proyek plengsengan tersier ini ada yang salah dalam penggarapannya. Dimana penumpukan batu belah hanya di tumpuk saja, besar kecil tidak teratur dan tanpa di beri adonan pasir & semen.

 

Ketika media tarunanews.com dan beberapa media lain bermaksud konfirmasi terkait proyek tersebut,bertemu dan ngobrol, dan juga sempat foto bareng.

Ke esokan harinya ada informasi dari salah satu desa penerima P3-TGAI bahwa ada instruksi kalau ada media/wartawan konfirmasi tidak usah di hiraukan. M selaku koordinator pendamping berpesan kepada salah satu kades, bahwa kalau ada media jangan di temui bahkan kades tersebut sempat wa dengan awak media.

” Maaf mas saya kemarin dapat pesan kalau ada media tidak usah di temui itu pesan Mas mubin,” tuturnya.

 

Instruksi Salah Satu Oknum Pendamping P3-TGAI Lamongan “Tidak Boleh Menemui Wartawan Yang Akan Konfirmasi” Ada Apa?

 

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi yang selanjutnya di singkat P3-TGAI adalah program perbaikan,rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi,dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh,Perkumpulan Petani Pemakai Air,Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air. Program yang di danai dengan anggaran APBN ini adalah sebesar 195 juta rupiah.

 

Kabupaten Lamongan mendapatkan 30 titik. Namun sayangnya di beberapa titik pengerjaan proyek plengsengan tersier ini ada yang salah dalam penggarapannya. Dimana penumpukan batu belah hanya di tumpuk saja,besar kecil tidak teratur dan tanpa di beri adonan pasir & semen.

 

Ketika media Nusantara-post.com dan beberapa media lain bermaksud konfirmasi terkait proyek tersebut dan bertemu serta ngobrol, dan juga sempat foto bareng.

Ke esokan harinya ada informasi dari salah satu Desa penerima P3-TGAI bahwa ada instruksi kalau ada media/wartawan konfirmasi tidak usah di hiraukan.

 

Mubin selaku koordinator pendamping berpesan kepada salah satu Kades, bahwa kalau ada media jangan di temui bahkan Kades tersebut sempat wa dengan awak media.

” Maaf mas saya kemarin dapat pesan kalau ada media tidak usah di temui itu pesan Mas mubin,” tuturnya.

 

 

Dan didalam pesan WhatsApp yang beredar ada foto teman teman dari media, yang sempat datang dan berkunjung juga silaturahmi dengan salah satu kades penerima program P3-TGAI di share ke group oleh ketua Pendamping Mubin.

 

Menurut keterangan Kades tersebut MH datang menanyakan siapa saja yang datang berkunjung, tentu saja dengan lugunya Kades tersebut menyebutkan dan juga memberikan foto ( foto tamu teman teman LSM & Wartawan ) tersebut yang diminta oleh MH untuk dokumen,tapi ternyata foto tersebut diberikan oleh MH ke M dan oleh M di share ke Group penerima P3-TGAI.

 

Yang jadi pertanyaan kawan kawan media,untuk apa foto tersebut di share ke group.

 

Di tambahkan keterangan dari salah satu Kades tersebut bahwa kalau masih ada sisa dana pembangunan nanti di kemanakan.

 

Kemudian kembali meluncur ke Desa Sekarang di sana bangunan sangat buruk, lalu awak media Nusantara-post.com Tarunanews.com dan media Interpol.com bertanya kepada pekerja yang ada di lokasi, menanyakan masalah material, pembangunan P3-TGAI ini menghabiskan Semen, Batu, pasir berapa.

 

Dan menurut keterangan salah satu pengawas di sana menjelaskan bahwa pasir 15 rit Rp.1750.000,semen 430 sak Rp. 950.000,batu belah / keras 28 rit harga Rp.700.000

Total tidak habis 100jt.Dana P3-TGAI sebesar Rp, 195,000,000,Terus sisanya di kemana kan,Pendamping P3-TGAi bilang kepada awak media Lewat tlpn WhatsApp bilang Anti Korupsi,

 

Mengenai hal fee proyek untuk tenaga pendamping yang katanya berkisar 15%, koordinator P3-TGAI Lamongan bersumpah bahwa dia tidak menerima sepersen pun.

 

Dari dua media sudah menghubungi melalui Chat WhatsApp sampai telfon seluler tidak ada respon.(team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.