Masihkah Guru Memiliki sikap Idealisme dan Profesionalisme

Medan_Nusantara-post.com, Pendidikan sangat lah penting dalam menghilangkan kebodohan dalam sebuah negara, mengingat pentingnya sebuah pendidikan maka setiap tanggal 2 Mei di peringati sebagai hari pendidikan nasional, dulu setiap hari pendidikan di peringati dengan meriah dan semarak, rela berpanas panasan di tengah terik matahari guna melaksanakan upacara memperingati hari pendidikan, akan tetapi saat ini semua itu hilang tinggal kenangan, semua karena wabah virus covid 19.

Pada peringatan hari pendidikan di masa pandemi kali ini salah satu aspek yang tidak kalah penting untuk “di semarakkan” sebenarnya adalah ingin melihat bagaimana sikap yang di munculkan pemerintah terhadap para guru yang telah mengabdikan dirinya guna mencerdaskan anak anak bangsa, ini di mana para guru yang tidak pernah jemu membagikan ilmunya kepada murid muridnya; tidak mengenal murid yang belajar di sekolah negeri yang memiliki keistimewaan di bandingkan dengan murid yang belajar di lembaga pendidikan swasta.

Sebenarnya bagi pribadi guru, sekali predikat sebagai guru, maka profesinya akan tetap di geluti dengan penuh kesungguhan. Namun di pihak pemerintah sampai hari ini peraturan peraturan yang diskriminatif masih membayangi para pendidik dalam melaksanakan tugasnya dimana kotomi negeri dengan swasta cukup tajam adanya.

Di satu sisi pemerintah berusaha memuji guru dengan stetment yang sangat terhormat, akan tetapi di sisi lain malah menjadi “tuli” terhadap suara para guru, mulai dari pembayaran uang sertifikasi yang tidak jelas waktunya “bahkan nyaris hilang”, pengangkatan honorer yang makin kabur, pembayaran insentif yang di coret dari APBD atas usulan DPRD, mutasi yang aneh bila tidak cocok dengan hati pejabat, tekanan mental dari atasan di tempat bekerja karena memiliki idealisme dalam menjalankan aturan yang telah di tetapkan, urusan kenaikan pangkat / golongan yang berliku liku tetapi bila ada “pelicin” bisa beres dalam waktu sesingkat singkatnya. Program HAM produk barat mengkebiri dunia pendidikan nasional menjadikan guru semakin terpuruk.

Sungguh ironi, dapat di bayangkan apa yang terjadi pada pribadi seorang guru dengan setumpuk permasalahan di atas mungkinkah guru bisa bertindak profesional ? Masih mungkinkah guru memiliki idealisme untuk mengabdikan dirinya demi kemajuan bangsa ini ?

Sumber : Dosen FKIP UMSU medan(reporter: arifuhak)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.