Pemerintah Tidur Hingga Tenaga Kuli Bongkar Muat ( TKBM ) Pelabuhan Kalianget Peduli Anak Yatim Piatu

SUMENEP – nusantara-post.com – Bantuan Sosial (Bansos) perlu dipertanyakan, sehingga Tenaga Kuli Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Kalianget peduli memberikan bantuan sembako dan sejumlah uang kepada anak Yatim-piatu, yang langsung diantarkan ke tempat kediamannya, Sabtu 01/05/2021.

Sebut saja Ardi adalah seorang pelajar anak ke 4 dari 5 bersaudara yang sejak kecil ditinggal ibunya (meninggal dunia), dan sudah 3 tahun lebih ke 5 bersaudara itu menjadi anak Yatim-piatu sejak bapaknya meninggal dunia di saat menjaring ikan di laut, tidak ada perhatian dari Pemerintah dan tidak pernah menjadi penerima bansos apapun dari Pemerintah.

Sejak duduk di bangku SMP N 1 Kalianget, Ardi juga lepas dari daftar nama murid penerima Program Indonesia Pintar (PIP), meskipun sudah pernah mengajukan kepada pihak sekolah setempat dangan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa.

Kita semua perlu mensuport dan mengapresiasi atas sikap sosial TKBM Pelabuhan Kalianget, yang memiliki kepedulian sosial tinggi dengan melakukan penggalangan dana dari donatur untuk diberikan kepada anak Yatim dan piatu, disabilitas dan duafa, serta warga tidak mampu.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Wafi selaku Ketua Kordinator menyampaikan kepada para donatur, khusus bagi para penumpang kapal yang menyisihkan uangnya untuk di berikan kepada orang yang membutuhkan melalui TKBM Pelabuhan Kalianget di kotak amal.

“Dana ini kami dapatkan dari sumbangan para penumpang kapal yang dikumpulkan di kotak amal oleh teman teman TKBM, serta bantuan dari beberapa lembaga instansi dan perusahaan yang ada di Kecamatan Kalianget,” ujar Mohammad Wafi.

Demi kelancaran kegiatan sosial tersebut, Mohammad Wafi berharap kepada Instansi Pemerintah di Kabupaten Sumenep bisa terketuk hatinya untuk memperhatikan rakyatnya yang tidak mampu dengan menyisihkan sedikit anggaran untuk di berikan kepadanya.

“Kami berharap kepada Instansi yang ada di Pemkab Sumenep bisa tergugah hatinya untuk menjadi donatur kami demi untuk membantu rakyatnya yang tidak mampu, biar santunan yang kami lakukan bisa terus berjalan dan lebih banyak lagi penerimanya,” ucapnya.

Mohammad Wafi menambah bahwa dimasa pandemi covid-19, banyak warga Kalianget yang sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari orang lain. Bansos dari Pemerintah harus lebih tepat sasaran, agar masyarakat miskin bisa terbantukan dari kekurangan ekonomi.

“Kami saja yang hanya berprofesi pekerja kuli masih memiliki kepedulian dan pembagian sembako ini tepat sasaran, apalagi bagi Pemerintah harus lebih tepat sasaran,” pintanya. (FAN/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.