Kantor Kejaksaan Negeri Surabaya di Jalan Raya Sukomanunggal Jaya No 01

Surabaya_ Nusantara- post.comKajari “Bungkam” Terkait Terpidana Narkoba Raib di Rumah Orbit Surabaya

Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya (Kajari) enggan menemui awak media ketika mengkonfirmasi raibnya terpidana narkoba berinisial HAP di Rumah Orbit Surabaya (SOS), Jalan Margorejo Indah.

Tiga wartawan yang mencoba menemui pejabat tertinggi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya di Jl Raya Sukomanunggal Jaya No. 01 itu harus gigit jari.

Kajari Surabaya Anton Delianto meminta awak media untuk menanyakan langsung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus HAP. Penolakan itu dilakukan Anton melalui resepsionis yang menerima awak media di ruang lobi.

Awak media termasuk Nusantarapost tiba di kantor Kejari, Jumat (07/05/2021) sekitar pukul 10.00 WIB. Sesampai di ruang lobby disambut sekuriti tua dengan ramah.

“Silahkan naik ke atas Pak. Sudah ditunggu intel,” ujarnya.

Ketiga awak media bengong. Merasa tidak mendapat undangan khusus, salah satu rekan nyeletuk,”Kami bukan wartawan Pokja Pak. Kami mau konfirmasi soal berita terkait kasus Narkoba,” jawabnya.

Sekuriti ini lantas mengantar awak media untuk menemui resepsionis di ruang lobby. Dua wanita yang bertugas pagi itu tercengang.

Betapa tidak, sehari sebelumnya, dia sudah bertemu awak media ketika ingin konfirmasi ke JPU, Suparlan SH.

Agak tersipu resepsionis bernama Dina itu menyapa,”Ada keperluan apa Pak.”

Setelah diberitahu akan wawancara dengan Kajari, Dina balik bertanya,”Apa sudah buat janji?”

Wartawan media ini mengaku tidak. Dinapun minta ID Card salah satu awak media dan membawa masuk ke dalam.

“Pak Kajari tidak bisa diganggu karena sibuk. Katanya Bapak dipersilahkan tanya langsung ke Jaksanya,” elak Dina.

Namun Jaksa Suparlan pagi itu tidak ada di tempat. ‘’Kami sudah tidak perlu konfirmasi ke Jaksa Suparlan. Kini waktunya Pak Kajari yang nanggapi Mbak,” kata rekan media.

Kajari Anton tetap “bungkam” kendati rekan media sudah meminta waktu sebentar untuk bertemu. Aneh!

Pemandangan yang kontradiktif. Di saat wartawan Pokja leluasa masuk ke dalam kantor, hari itu juga wartawan yang jelas-jelas menjalankan tugas terkendala “pembatas”.

Saat wartawan Pokja keluar dari Kantor Kejari, masing-masing membawa kotak parcel Hari Raya Idul Fitri.

REHABILITASI
Seperti diberitakan Rabu (5/5/21), Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memutuskan seorang terdakwa narkoba berinisial HAP untuk menjalani Rehabilitasi Pidana Penjara Waktu Tertentu (1 tahun), pada 7 April 2021.

Menurut amar putusan pengadilan, HAP harus menjalani rehabilitasi di RSUD Dr Soetomo atau Rumah Sehat Orbit Surabaya (Rumah Orbit), di Jalan Margorejo Indah yang merupakan tempat rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

Namun terpidana ini tidak berada di rumah rehabilitasi, bahkan masih bisa menjalankan roda perusahaannya.

Menurut amar putusan pengadilan, HAP harus menjalani rehabilitasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya atau Rumah Sehat Orbit Surabaya (Rumah Orbit), di Jalan Margerejo Indah Surabaya.

Saat awak media mengecek rumah rehabilitasi, Selasa (4/5/21) dan sepekan sebelumnya, yang bersangkutan tidak ada di tempat tersebut.

Dua wanita penjaga yang ditemui di Rumah Orbit mengaku tidak ada nama pasien baru itu. ‘’Dari sepuluh penghuni tidak ada orang baru. Nama itu juga tidak ada di sini,” jelas wanita bertato itu.

Penjaga satunya tidak berani menjawab pertanyaan media. Karena dia harus menjaga rahasia klien. “Bapak ke sini saja besok bertemu dengan koordinatornya Pak Munif di jam kerja,” elaknya.

Rabu (5/5/2021) awak media kembali bertamu ke Rumah Orbit dan diterima baik. Ditanya apa ada nama HAP di rumah Orbit yang dikoordinatorinya?

“Di hard copy, soft copy dan data base tidak ada nama HAP. Silakan tanya kepada Jaksanya,” jelas Koordinator Rumah Orbit, Munif Mujianto.

Sejak putusan 07 April 2021, nama HAP tidak masuk di dalam data sebagai pasien Rumah Orbit.

Menurut Munif, Rehab SOS ada tiga di Surabaya. Bambu Nusantara, Rumah Orbit dan Plato dan pesantren adalah Ponpes Inabah 19. ‘’Rumah Orbit ini pembinanya Pak Rudhy (red. Rudhy Wedhasmara). Kalau Plato Mbak Dita,” jelasnya.

Siapa Rudhy? Yang menarik Rudhy Wedhasmara menurut sebuah sumber adalah kuasa hukum HAP sendiri dan juga pengelola Rumah Orbit.

“Pak Rudhy sudah lama tidak di sini. Kalaupun kemari biasanya saat ada rapat dan tamunya,” jelas penjaga berkaos kuning ini.

Merujuk amar putusan PN Surabaya, HAP seharusnya ada di RSUD Dr Soetomo atau Rumah Orbit. Yang jadi pertanyaan mengapa sejak diputus harus Rehab, HAP tidak ada di rumah Orbit tersebut.

Rabu (5/5/21), rekan-rekan media mengkofirmasi kepada Rudhy Wedhasmara via handphone-nya.

Apakah betul bapak pengacara HAP? ‘’Konfirmasi yang bersangkutan saja, Mas. Kemana dia, saya tidak tahu,” jawabnya.

Yang bersangkutan HAP kemana pak? “Langsung aja, Mas. Saya tidak tahu, ‘’ jelas Rudhy.

Sejak amar putusan PN Surabaya seharusnya HAP kan harus menjalani rehab di Rumah Orbit. Namun setelah konfirmasi ke Pak Munif (koordinator Rumah Orbit), HAP kok tidak ada di tempat, Pak? ‘’Setahu saya, rehab itu ada rehabilitasi rawat jalan dan rehabilitasi rawat inap. Dan yang menentukan rehabilitasi rawat jalan dan inap berdasarkan asesment. Seharusnya Anda tanya asesmennya apa?,” jawabnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, “ Ya.. gitu saja..silakan, Mas konfirmasi dulu saja.” Konfirmasi ke mana Pak? Ke yang bersangkutan?

“Monggo. Kalau saya dijadikan sumber saya tidak mengetahui perkara ini. Kalau itu rehab ya kewenangan rehab kalau itu sudah putusan ya..putusan,” jawab Rudhy.

Sepertinya aneh sekali, Rudhy tidak tahu sekali dengan apa pun yang terjadi di Rumah Orbit terkait terpidana HAP. Bila kita cari di google dan ketik Rumah Orbit, nama Rudhy Wedhasmara tidak lepas dari keberadaan Rumah Orbit. Dia pembina juga dikatakan pengelola.

Rabu, (5/5/21), awak media mendatangi Kejaksaan Negeri Surabaya, Jalan Raya Sukomanunggal Jaya No. 1 untuk konfirmasi ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan SH.

Namun gagal karena Suparlan tidak ada di tempat. Baru saat dihubungi via HP rekan Nusantara-post.com di luar Kantor Kejari Surabaya, Suparlan buka suara.

Saat dikonfirmasi keberadaan HAP yang tidak ada di Rumah Orbit, Suparlan mengatakan, “ Silahkan mengecek di Orbit karena mereka yang punya kewenangan, barangkali ada rawat jalan,” katanya.

Ia menyebut tugasnya hanya melaksanakan putusan. “Setelah eksekusi kita tempatkan di sana itu adalah mutlak kewenangan tempat tersebut,” jelasnya.

Ada info apa bapak menerima bribe atau suap dalam kasus ini? “ Wah, silahkan dibuktikan aja Pak. Gak ada itu. Ini murni memang pasalnya 127, barang buktinya sedikit. Ada assessment begitu, saya kira nggak ada,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.