LBH Wiraraja Turun Tangan Atas Dugaan Penyimpangan Terhadap Pengadaan Sarana Pemuda dan Olah Raga Desa Aeng Tongtong

Sumenep – Nusantara-post. – Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan & Olahraga Milik Desa Aengtongtong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep

diduga terdapat penyimpangan hukum dan tidak transparan, membuat LBH Wiraraja akan turun tangan dan mengusut tuntas adanya dugaan penyimpangan tersebut.

 

Heri Santoso yang akrap di panggil Heri selaku Divisi Investigasi Hukum Dan Pelaporan,

LBH WIRARAJA akan melakukan pengusutan terhadap Pembangunan Sarana dan Prasarana Kepemudaan & Olahraga

yang dibangun diatas tanah pecaton Deesa, tepatnya di Dusun Gendis RT.009 RW.003 Desa Aengtongtong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.

 

Sumber dana anggaran Dana Desa yang keluar Tahun 2020, sebesar Rp. 318.914.750,- (tiga ratus delapan belas juta sembilan ratus empat belas ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) tersebut diduga terdapat penyimpangan hukum dan tidak transparan.

 

Pembangunan sekitar bulan November/Desember 2020 hanya berjarak kurang lebih 3 bulan ke sekitar Februari 2021 bangunan diduga sudah retak dan mengelupas, diduga dikerjakan tidak sesuai bestek (ketentuan) atau tidak sesuai spek (teknik).

 

Pembangunan diduga tidak transparan dan diduga tidak ada papan nama / prasasti (UU No. 14 Tahun 2008 dan Perpres No. 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

 

LBH WIRARAJA memiliki fungsi sebagai kontrol publik akan mengusut dugaan pelanggaran oknum Kades dan oknum di Kecamatan Saronggi selaku instansi atasan yang mendapatkan SPJ terhadap realisasi pembangunan ini.

 

Pengusutan ini penting dilakukan dengan tujuan sebagai tolak ukur apakah terhadap dugaan penyimpangan hukum dan ketidak transparanan ini benar adanya atau tidak.

 

Reporter | (Fan/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.