Forkopimda Kota Mataram Mengadakan Rakor Membahas Lebaran Ketupat 

Mataram NTB | Nusantara Pos- Tradisi Lebaran Topat di daerah Nusa Tenggara Barat khususnya di pulau lombok sudah menjadi budaya yang secara turun temurun tetap dilaksanakan perasaannya oleh masyarakat Lombok. Lebaran Topat yang biasa dirayakan pada saat sepekan setelah perayaan lebaran idul fitri. Dan biasanya bentuk perayaan lebaran topat ini identik dengan rekreasi ketempat-tempat wisata baik wisata pantai, permandian, wisata alam dan wisata-wisata lainnya. Rabu (19/05/2021)

 

Mengingat tahun ini kita tengah berada dimasa pandemi covid-19 sehingga setiap aktivitas atau kegiatan di lokasi harus melaksanakan standar protokol kesehatan, sementara di lokasi-lokasi wisata mengalami kesulitan dalam menjalankan prokes dikarenakan pengunjung yang terlalu banyak dan sulit untuk dilakukan pembatasan dalam bentuk apapun.

Belum lagi bila lokasi tersebut adalah lokasi yang ramai pengunjung jika dihari-hari biasa, maka otomatis saat lebaran ketupat lokasi tersebut akan lebih ramai pengunjungnya. Jika keadaan ini terjadi maka tidak menutup kemungkinan penularan covid-19 akan terjadi dikarenakan kerumunan yang terjadi di lokasi-lokasi tersebut.

 

Oleh karena itu pemerintah Kota Mataram melalui Forkopimda Kota Mataram mengadakan rapat koordinasi yang berlangsung Selasa (18 / 05 / 2021) bertempat di Polresta Mataram terkait hal tersebut di atas.

 

Rakor yang dihadiri oleh segenap anggota Forkopimda kota Mataram tersebut khusus membahas bagaimana langkah-langkah yang harus diambil dalam rangka pelaksanaan Lebaran Topat tahun ini di kota Mataram dengan tetap berusaha menekan penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan penyebaran virus covid-19.

 

Maka setelah melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada serta menyikapi SE tentang libur hari raya idul fitri 1442 H maka pemerintah kota Mataram menyimpulkan untuk menutup tempat-tempat wisata di wilayah kota Mataram terhitung mulai tanggal 20/05 – 23/05/2021.

 

Ada beberapa point yang di simpulkan dalam Rakor Forkopimda kota Mataram tersebut, diantaranya :

Perayaan tradisi Lebaran tupat di wilayah kota Mataram dilaksanakan tanpa ada pengumpulan massa/warga.

Penutupan tempat wisata terhitung dari tanggal 20 – 23 Mei 2021.

Adapun lokasi wisata Kota Mataram yang berada di masing-masing wilayah kecamatan yang akan ditutup sementara adalah wilayah Kecamatan Sekarbela (pantai Gading, Bapak Indah, Selingkuh, Loang Baloq, Senja dan Tanjung Karang).

Kecamatan Ampenan (Pantai Boom, Ex.Pelabuhan, Penghulu Agung, Mutiara Meninting, dan Makam Bintaro). Kecamatan Mataram (Kura-kura Waterpack). Kecamatan Cakranegara (Teman Mayura). Kecamatan Sandubaya (Taman Selagalas dan Kolam Renang Cantika).

 

Disamping tempat wisata yang ditutup tersebut adanya Post Ceck Point di pintu masuk kota Mataram yang berada di beberapa tempat seperti Grimax, Dasan Cermen dan Tembelok. Selain itu akan dilakukan ceck GeNose (covid-19) secara acak yang akan dilakukan kepada warga yang akan masuk ke wilayah Kota Mataram. Pengecekan ini dilakukan disalah satu pos penjagaan di pintu masuk Kota Mataram yang dilakukan secara acak.

 

Seluruh peserta rakor dalam kesempatan itu berharap agar masyarakat yang melaksanakan lebaran ketupat di rumah saja, semoga dengan penutupan sementara lokasi wisata dapat di fahami oleh terutama masyarakat sekitar dan pelaku usaha pada tempat wisata yang ditutup.

 

Reporter | (Ansori-NP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.