Audensi Di Polres Pasuruan, BPB Desak Segerah Panggil Oknum Kasus ITE Akses Bongkar Kasus TPA

Pasuruan | Nusantara- post. +Barisan Pastim Bersatu (BPB) gabungan Aktivis dan sekira 15 Lsm Pastim gelar Audiensi dengan APH bertempat di Ruang Gelar Perkara Satya Haprabu Polres Pasuruan, Jl. Dr Soetomo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Senin (24/5/2021) Siang

Audiensi tersebut menindak lanjuti pelaporan dugaan pelanggaran kasus ITE mencatut nama oknum aktivis ketua Lsm Pusaka Lujeng dan wartawan, yang pernyataannya ditulis Media Bangsa Online, terkait pengakuannya bagi-bagi uang fee proyek TPA Wonokerto, kepada pejabat teras dan Lsm juga wartawan.

 

Hadir dan ikut dalam audiensi antara lain, Ismail Makki, Ridwan Ofu, Saipul Rizal, Sugeng Samiaji, Mu’in, Abdul Kholik, Imam Rusdian, Gatot, Bukhori, Ambon, Novi serta beberapa lainnya, sekira 15 Ketua Lsm Pastim, disambut baik oleh Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Andrian Wimbarda.

 

Ditunjuk selaku kordinator gerakan Barisan Pastim Bersatu Ismail Makki, menyampaikan maksud kedatangannya bersama rombongan untuk menanyakan sampai dimana Polres Pasuruan, menangani dugaan kasus pelanggaran ITE yang telah dilaporkan pada 12 April 2021 lalu kepada pihak Polres Pasuruan, dengan membawa bukti penerimaan laporan.

 

“Intinya kami disini memberi dukungan kepada Polres Pasuruan, dalam menangani kasus ini, jika masih kurang alat bukti, hari ini kita akan berikan dua alat bukti lagi. Dan ini penting menyangkut wibawa Polres Pasuruan sendiri dimata publik. Menyikapi yang disampaikan Ketua dewan (Jika APH Lokal tidak cukup kuat laporkan KPK). Artinya APH dianggap lemah, dan ini tidak bisa dibiarkan,” Ujar Makki.

 

Disahut Ridwan Ofu mengatakan. “Pada prinsipnya seseorang yang mengatakan di media dan diketahui oleh publik, menyebut jelas telah bagi-bagi fee proyek menyangkut juga pejabat pemerintahan. Kenapa Polres Pasuruan, terkesan main-main menangani kasus ini, ada apa.?? kalau tidak berani tangkap si Lujeng dan wartwannya serahkan pada kita, kasih mandat kita, akan kita hadirkan dia disini,” Kata Ofu, dengan nada tegas.

 

Ia berharap Polres Pasuruan, segera mengambil langkah tegas panggil kedua oknum tersebut, karena sudah sangat meresahkan dan membuat perpecahan dimasyarakat. Menurutnya jangan sampai ada anggapan masyarakat mulai meragukan profesional kinerja kepolisian.

 

Menyambung penyampaian, Mu’in, Ketua Lsm Penjara Indonesia Dpc Kabupaten Pasuruan, menurutnya pihak kepolisian Polres Pasuruan tidak usah sungkan mengusut tuntas kasus ini, karena setiap warga negara berhak menerima perlakuan yg sama di mata hukum.

 

“Jalankan penindakan hukum di Polres Pasuruan yang profesional, tidak tembang pilih dan pandang bulu. Seperti halnya silet yang tajam ke atas begitu juga tajam kebawah, tegakkan hukum seadil adilnya,” Tegas Mu’in.

 

Giliran berikutnya menyampaikan aspirasi, Sugeng Samiaji, mengatakan, jika dugaan kasus pelanggaran ITE yang dilakukan saudara Lujeng dan wartawan Bangsa Online, bukanlah sebatas pasal karet, ada upaya indikasi melempar masalah agar lepas dari sebuah masalah dengan kedok pelanggaran ITE. Dan sangat berbahaya jika lambat penangannya.

 

“Kasus ini bukan pasal karet biasa, ada indikasi melempar masalah untuk lepas dari sebuah masalah. Kedok-Kedok seperti ini sangat berbahaya, Polres Pasuruan harus gerak cepat. Bila perlu dalam 1×24 jam ini, panggil keduanya, agar tidak menimbulkan kericuhan lebih parah,” Ucap Aji.

 

Lebih lanjut ia menambahkan, bukan tidak mungkin jika kasus ini tidak segera ditindak lanjuti Barisan Pastim Bersatu gabungan sejumlah Aktivis dan sekira 15 Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pastim yang hadir ini, akan kerahkan seluruh masa melakukan aksi demo didepan intansi terkait.

 

“Kasus Pelanggaran ITE ini, aksis menuju inti pokok permasalahan yang ada saat ini, yaitu korupsi uang negara di kasus suap atau fee proyek TPA Wonokerto, yang saat ini ditangani Kejaksaan. Panggil keduanya lakukan klarifikasi dan kembangkan perkataannya, jika benar suruh bikin pengakuan, suruh tunjukan siapa saja oknum terlibat jadikan tersangka. Jika Hoax suruh dia minta maaf.”tutup Aji

 

Reporter | Habil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.