Lurah Singkep di Duga Melakukan Penyalahgunaan Kekuasaan, Karena Turut Membantu Praktek Mafia Tanah

Jambi | Nusantarapost.- Kembali terjadi kesewenang-wenangan kekuasaan, kali ini di lakukan oleh Lurah dari Kelurahan Singkep, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pasalnya seorang lurah di duga turut membantu menjual tanah milik Ibu Wati selaku ahli waris dari Alm. H. M. Din Adam, tidak tanggung tanggung, tanah tersebut di jual kepada Hasan T, orang tua Bupati Tanjab Timur

“Lurah Singkep terindikasi menggunakan kekuasaannya, dalam melakukan praktek mafia tanah,” Ujar Roni selaku pengurus tanah, pada Kamis 27/05/2021.

 

Lurah Singkep Anjas Asmara Amd, juga tidak melayani keperluan masyarat dan di anggap mempersulit setiap urusan masyarakat.

 

“Lurah menolak permohonan dari kuasa masyarakat, yang mengajukan surat putusan dari PN Tanjab Timur berkekuatan hukum tetap ingkrah BHT pada 11/G/PDT/2019, dia (lurah) mengatakan selama masa jabatannya tidaknya akan melayani (keperluan masyarakat),” Kata Abdu Somad selaku Ketua kuasa masyarakat.

Sebelumnya, tanah seluas 3 hektar yang terletak di parit candu, menemui jalan buntu dalam proses penyelesaiannya, dimana segel asli sudah berubah nama dan dalam kekuasaan pihak pembeli.

“Ini terbukti adanya praktek tukar guling tanah, namun di tukar ke tanah yang sengketa,” Sebutnya.

Awalnya Wati punya tanah, di jual tanpa sepengetahuannya, yang menjual itu Samad yang di bantu oleh Anjas Asmara, setelah di minta penjelasannya, Samad menggantinya dengan tanah yang ternyata sengketa seluas 4,6 hektar, karena tanahnya sengketa, Wati meminta surat tanahnya yang telah terjual sama lurah, tapi lurah mengatakan surat tersebut sudah tidak ada lagi di tangannya karena sudah di jual kepada Hasan T.

“Tanah yang di tukar guling untuk mengganti tanah Wati ternyata sengketa, karena saat di ajukan untuk pembuatan sertifikat, di tolak oleh BPN, sebab tanah tersebut asal usulnya tidak jelas, dan masih dalam proses pelaporan ke Polda Jambi oleh Bapak Syukur melalui kuasanya Bapak Seno,” Jelasnya.

“Anjas Asmara berani menandatangani tanah sengketa yang mau di tukar guling dengan Wati tersebut, tapi tanah milik Wati yang tidak ada sengketa seluas 3 hektar surat suratnya tidak di berikan Anjas, dengan alasan tidak berani mengambilnya kepada Hasan T,” Lanjutnya.

Akibat sengketa tanah yang tidak berkesudahan tersebut, Wati dan lainnya mengalami kerugian Miliyaran Rupiah.

 

Reporter | Azhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.