Beranda Gaya Hidup 3 Fenomena Ini Isyaratkan Kuat Kecocokan Hadits Ruwaibidhah Akhir Zaman di Indonesia

3 Fenomena Ini Isyaratkan Kuat Kecocokan Hadits Ruwaibidhah Akhir Zaman di Indonesia

33
0


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akhir-akhir ini banyak orang yang tampil di saluran publik seperti di media sosial berbicara tentang apapun termasuk agama.

Namun, menurut para ulama yang ahli di bidangnya, orang-orang tersebut tidak bisa dijadikan rujukan umat karena memang apa yang dibicarakan keliru dan tak sesuai dengan aturan. Hal tersebut sudah disinggung oleh Nabi Muhammad MELIHAT dalam kata-katanya:

Abu Bakar bin Abi Shaiba memberi tahu kami, Yaida bin Harun memberi tahu kami, Abd al -Malik al -Malik, putra Kejahatan Rasulullah, semoga doa dan damai Allah besertanya, mengatakan bahwa orang akan mendatangi orang Itu adalah di dalamnya Al-Amin, dan tertulis Al-Ruwaybdah. Dikatakan: Apa itu Al-Ruwaybdah? Orang itu mengatakan dia sembrono dalam urusan rakyat jelata.

Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang tahun-tahun yang penuh kebohongan yang akan menimpa manusia, para pendusta akan dipercaya, orang-orang jujur ​​akan dibohongi, amanah akan diberikan kepada para pengkhianat, orang-orang jujur ​​akan dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.”

Lalu Nabi Muhammad SAW ditanya, “Apakah Ruwaibidhah itu?”

Nabi SAW menjawab, “Orang bodoh yang mengurus urusan masyarakat.” (HR Imam Ibnu Majah)

Berikut ini sejumlah fenomena di Indonesia yang muncul dan mempunyai indikasi kuat sesuai dengan apa yang dimaksud Rasulullah dalam hadits di atas.

Pertama, Samsudin

Sebelumnya, publik sempat diramaikan dengan kemunculan sosok yang menamai dirinya sendiri dengan Gus Samsudin di media sosial.

Dia membuat konten yang mencampur adukan narasi agama dengan praktik perdukunan. Seperti menarik benda pusaka, melawan sihir atau guna-guna, ilmu kebal dan semacamnya.

Kontroversial Gus Samsudin yang paling mengguncang jagat maya adalah konten tukar istri, hingga membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan.

Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya menanggapi Samsuddin alias Gus Samsudin yang membuat konten dan diunggah ke akun Youtube Mbah Den (Sariden).

Dalam konten buatan Gus Samsudin itu, ditampilkan orang-orang memakai sorban di kepalanya seperti yang biasa dipakai para ulama. Ada juga wanita yang memakai hijab dan cadar dalam konten tersebut.

Dalam konten tersebut, orang yang memakai sorban mengatakan kepada orang-orang (jamaahnya) bahwa bertukar pasangan atau bertukar istri itu hukumnya boleh asal suka sama suka serta tidak ada paksaan.

“Kalau senang sama senang, walau bukan suami istri, bebas. Di sini tukar pasangan juga boleh, asal suka-sama suka. Makanya di agama lain tidak ada,” kata seorang yang memerankan kiai dalam konten buatan Gus Samsudin.

Menanggapi konten itu…





Source link