Beranda Gaya Hidup Bahlil Bantah Narasi Prabowo Ogah Pindah ke IKN

Bahlil Bantah Narasi Prabowo Ogah Pindah ke IKN

35
0


Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Bahlil Lahadalia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia membantah narasi yang beredar bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto enggan ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menegaskan, Prabowo Subianto akan hadir saat peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

“Kata siapa? Jangan pakai kata informasi yang nggak benar,” ucap dia di acara kuliah umum di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Kamis (11/7/2024).

Bahlil mengungkapkan presiden terpilih Prabowo Subianto akan datang ke IKN untuk mengikuti acara hari kemerdakaan pada tanggal 17 Agustus mendatang. Ia pun mengungkapkan saat ini persiapan tengah dilakukan di IKN menyambut 17 Agustus mendatang.

“Yang jelas Pak Prabowo akan upacara tanggal 17 (Agustus) khusus di IKN,” kata dia.

Bahlil melanjutkan upacara hari kemerdekaan akan digelar pada tanggal 17 Agustus mendatang. Bahlil menyebut bandara di IKN mulai dapat digunakan sebelum hari perayaan kemerdekaan termasuk tol.

“Kita doakan mudah-mudahan tinggal sekitar hampir kurang lebih sekitar 10 kilometer tapi andaikan pun itu gak selesai dia akan keluar di jalan utama dan semuanya sudah aspal. Itu menyangkut dengan infrastruktur persiapan IKN,” kata dia.

Selanjutnya terkait investasi, Bahlil menyebut pada klaster pertama di IKN berasal dari investasi dalam negeri. Klaster tersebut berada di posisi inti IKN sehingga menggunakan investasi penanaman modal dalam negeri.

“Nanti klaster keduanya baru ada investasi asing PMA-nya dan investasi kemarin saya di DPR saya sampaikan bahwa untuk pada klaster pertama totalnya semua PMDN tidak ada PMA,” kata dia.

Bahlil menegaskan, klaster pertama di IKN harus dimiliki oleh orang Indonesia. Sedangkan klaster kedua dapat diisi oleh asing.

Terkait nilai investasi dalam negeri di IKN, ia menyebut lupa. Namun, investasi tersebut terkait investasi hotel, tempat-tempat fasilitas umum, restoran, rumah sakit, gedung pertemuan, dan sarana olahraga.






Source link