Beranda Gaya Hidup Bea Cukai Dukung Penyelenggaraan Shell Eco Marathon di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Bea Cukai Dukung Penyelenggaraan Shell Eco Marathon di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

35
0


Dokumen ini hanya bisa digunakan oleh pelaku usaha di KEK.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Bea Cukai Mataram memberikan pelayanan dan pengawasan logistik untuk kompetisi mobil hemat energi yang diselenggarakan di Lombok. Kompetisi berskala regional ini merupakan event Shell Eco-Marathon Asia-Pacific and the Middle East 2024 yang berlokasi di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 2 hingga 6 Juli 2024.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea cukai Mataram, Adi Cahyanto mengungkapkan, pemasukan logistik untuk peristiwa Shell Eco Marathon menggunakan skema impor sementara dengan menggunakan dokumen Pemberitahuan Pabean Kawasan Ekonomi Khusus (PPKEK) dan ATA Carnet (Penerimaan Sementara/Carnet Masuk Sementara).

“Penyelenggara selaku importir menggunakan dua dokumen kepabeanan untuk pemasukan barang. Pelaku usaha di KEK menggunakan dokumen PPKEK, sementara peserta peristiwa menggunakan dokumen ATA Carnet,” ujar Adi.

Dokumen PPKEK adalah dokumen pabean yang digunakan untuk kegiatan pemasukan dan pengeluaran barang ke dan atau dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dokumen ini hanya bisa digunakan oleh pelaku usaha di KEK, dalam hal ini adalah KEK Mandalika. Sementara ATA Carnet dapat digunakan oleh pihak yang sudah mengajukan penerbitan ATA Carnet kepada penerbit di negara pemohon dengan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi mencakup penjaminan atas barang-barang yang diajukan dalam ATA Carnet.

Adi mengatakan bahwa sebagai fasilitator perdaganganBea Cukai memberikan fasilitas untuk barang impor sementara, antara lain berupa penangguhan bea masuk untuk yang menggunakan PPKEK dan pembebasan bea masuk untuk yang menggunakan ATA Carnet.

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika digadang-gadang pemerintah sebagai destinasi super prioritas untuk destinasi wisata olahraga. Harapannya, kawasan ini dapat menjadi industri strategis yang menjadi salah satu penggerak ekonomi dan sumber pendapatan di daerah. Perkembangan pariwisata sangat diperlukan karena memiliki efek berganda yang menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui fasilitas fiskal yang diberikan, diharapkan dapat mendukung pariwisata Indonesia, sehingga meningkatkan pendapatan daerah,” pungkas Adi.





Source link