Beranda Gaya Hidup Mengingat Pesan Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas, Beratnya Dakwah di Era Digital

Mengingat Pesan Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas, Beratnya Dakwah di Era Digital

81
0


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas dikenal sebagai dai yang kerap berdakwah di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Pengasuh Pondok Pesantren Minhajus Sunnah Bogor tersebut meninggal dunia pada Kamis (11/7/2024). Almarhum akan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat.

Dalam salah satu kajiannya, dai yang dikenal sebagai sosok yang kerap menyebarkan sunnah tersebut mengungkapkan, dakwah atau menyiarkan ajaran Islam merupakan tugas yang tidak mudah. Terlebih, jika dihadapkan dengan era perkembangan teknologi serbacanggih.

Dia mengungkapkan, tantangan berat yang harus dihadapi saat ini adalah setiap orang mampu memperoleh informasi secara mudah tanpa harus menghabiskan waktu lama untuk duduk dan berdiam di masjid sambil mendengarkan ceramah agama.

Meski sajian video berisikan ceramah agama bertebaran di media sosial, dia menilai,  masyarakat terkadang tidak memiliki kemampuan untuk menyaring mana dakwah yang berbobot dan mana yang hanya bertujuan menghibur, tanpa adanya penyajian konten yang benar. Melalui tabligh akbar yang diselenggarakan di Masjid Raya al-Musyawarah, Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas, menjelaskan jenis dakwah yang terbaik, yaitu dakwah tauhid yang selalu disampaikan Rasulullah SAW.

Menurutnya, dakwah bertujuan untuk memberikan kabar baik dan buruk kepada masyarakat, agar masyarakat selalu menjalani kehidupannya dengan baik dan tidak terjerumus ke jalan yang salah. Melalui surat an-Nisa ayat empat, Allah SWT juga menjelaskan fungsi mengutus rasul sebagai khatib, yang tidak lain hanyalah kabar baik dan kabar buruk bagi manusia. “(Kami mengutus mereka) sebagai rasul-rasul yang membawa kabar gembira dan peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk menentang Allah setelah dia mengutus rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

“Tujuan dakwah yang lain adalah untuk memberikan hidayah kepada manusia. Sehingga ketika pulang dari majelis ilmu, seorang Muslim mempunyai bekal dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ustadz Yazid.

Tauhid seseorang sangat diperlukan untuk menentukan benar atau tidaknya berita yang terkandung dalam dakwahnya. Jika seseorang tidak memiliki tauhid atau keyakinan terhadap kekuasaan Tuhan sebagai pencipta segala makhluk, maka sebaik apapun isi dakwahnya, akan dianggap sebagai angin lalu yang tidak meninggalkan bekas.

Sejak awal menyebarkan islam, Rasulullah SAW selalu menanamkan pentingnya rasa tauhid melalui dakwahnya kepada umatnya. Percaya kebesaran Allah SWT dan meyakini bahwa Allah adalah Yang Maha Tunggal merupakan fondasi terbaik untuk membangun pribadi Muslim yang tak tergoyahkan.

sumber : Pusat Data Republika





Source link