Beranda Gaya Hidup Para Nabi Melukiskan Kematian | Republika Online

Para Nabi Melukiskan Kematian | Republika Online

25
0


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Maut tidak mengenal tua atau muda. Pun ia tidak memandang status manusia. Orang-orang saleh juga pasti akan merasakan kematian.

Dikisahkan setelah wafatnya Nabi Musa AS diminta oleh Allah–dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. “Bagaimana cara melewati kematian?”

Nabi Musa AS menjawab, “Aku melihat hidupku seperti burung yang digoreng, namun tidak mati, tidak mampu terbang, atau berlari hingga akhir penderitaannya.”

Dalam riwayat lain, Musa AS menggambarkan kematian yang dialaminya seperti “seekor kambing yang dikuliti hidup-hidup”.

Aisyah pernah berkata, saat Nabi SAW hendak wafat, semangkuk berisi air diletakkan di sisinya. Kemudian, Nabi SAW berkali-kali memasukkan tangan mulianya ke dalam mangkuk tersebut. Tangannya yang basah lalu mengusap wajah mulianya. Ia juga berdoa, “Ya Tuhan, tolonglah aku dalam penderitaan kematian ini!”

Suatu ketika, Umar bin Khattab meminta Ka’ab untuk melukiskan keadaan mati. Ka’ab RA menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, mati seperti sebuah dahan pohon yang penuh duri, lalu dimasukkan ke tubuh seseorang sehingga duri-duri memasuki setiap rongga tubuhnya, lalu pohon itu diseret sekuat tenaga. Begitulah ruh ketika dikeluarkan dari tubuh.”

Adapun tentang malaikat maut juga tercatat dalam berbagai sejarah. Penampakan malaikat maut ketika ia merenggut nyawa orang fasik sungguh mengerikan sehingga manusia paling gagah berani pun tidak tega melihatnya.

Nabi Ibrahim AS pernah bersabda kepada malaikat maut Israel, “Tunjukkan padaku wajahmu ketika kamu mencabut nyawa orang fasik!”

Malaikat menjawab, “Kamu tidak akan tega melihatnya.”

Ibrahim mendesaknya hingga Israil memintanya memalingkan wajahnya ke arah lain. Sesaat kemudian, malaikat maut berkata, “Silakan lihat!”

Ibrahim AS lantas menoleh kepadanya. Terlihat sosok yang berdiri di hadapannya berupa tubuh raksasa yang sangat hitam, berbulu kasar, bau busuk tercium dari tubuhnya, serta dari mulut dan lubang hidungnya keluar api berasap.

Melihat itu, Ibrahim AS jatuh pingsan. Ketika sadar, Izrail AS telah bertukar kembali ke rupa asalnya.

Ibrahim berkata, “Jika tidak ada siksaan lain yang menyakiti orang fasik, hanya dengan melihat wajahmu saja, itu sudah cukup sebagai hukumannya!”

Malaikat maut ketika menemui hamba-hamba Allah yang saleh, maka akan tampil dengan sosok sangat indah, berpakaian sangat bagus, dan tubuhnya berbau harum.

“Jika tidak ada pahala yang menyenangkan bagi orang beriman dan bertakwa, maka hanya dengan melihat wajahmu ketika datang untuk mengambil ruhnya saja sudah cukup,” kata Nabi Ibrahim AS.





Source link