Beranda Gaya Hidup Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas Wafat, Apakah akan Digelar Tahlilan Doakan...

Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas Wafat, Apakah akan Digelar Tahlilan Doakan Almarhum?

184
0


Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Dia mengatakan, masalah ibadah kembali kepada masing-masing orang. Jadi kalau mengirim Al-Fatihah ke orang yang meninggal tidak akan sampai. “Kadang orang sudah me

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas wafat di Bogor, Jawa Barat pada Kamis (11/7/2024). Dalam pesan yang diterima Republika.co.idUstadz Yazid wafat pada usia 61 tahun itu akan dimakamkan di Bogor. Apakah akan digelar tahlilan untuk mendoakan almarhum?

Semasa hidup, dalam ceramahnya, Ustadz Yazid ditanya bagaimana jika anggota keluarga yang meninggal mengadakan tahlilan. Ustadz Yazid menjawab, harus berusaha menasehatinya.

“Tanyakan kepada mereka (keluarga yang mengadakan tahilan) alasan tahilan itu ada di sana atau tidak?” dikatakan Ustadz Yazid dalam video yang diunggah saluran Youtube Bangkit TV pada 5 Juli 2020.

Ustadz Yazid mengatakan, pada zaman Nabi Muhammad SAW, orang pertama yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW adalah istrinya yang bernama Khadijah. Khadijah adalah istri tercinta Nabi Muhammad SAW.

“(Khadijah) meninggal, apakah Nabi melakukan tahlilan? Tidak. Anak Nabi meninggal, Nabi masih hidup, semua anaknya meninggal kecuali satu, Nabi tidak melakukan tahlilan untuk putranya,” kata Ustadz Yazid.

Ustadz Yazid juga meriwayatkan bahwa salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW meninggal dunia saat Nabi masih hidup. Nabi Muhammad SAW tidak melakukan tahlilan. Jadi apa argumennya?

Ustadz Yazid mengatakan, ketika Nabi Muhammad SAW meninggal. Apakah yang mengadakan tahlilan untuk Nabi selama tujuh hari, 40 hari, 100 hari, 1.000 hari, tidak ada.

Dijelaskannya, jika ada pendapat Imam Syafi’i tentang tahlilan, pendapatnya di mana. Jadi ini adalah perbuatan yang dibuat-buat, karena tidak ada dalil atau bantahannya.

Ustadz Yazid menambahkan, bahkan sahabat Nabi sepakat berkumpulnya orang di tempat kematian dan makan-makan di tempat kematian termasuk meratap. Meratap hukumnya haram.”Meratap termasuk perbuatan jahiliyah,” ujar Ustadz Yazid.

Itu pendapatnya…






Source link