Beranda POLITIK & PEMERINTAHAN Imigrasi: Jumlah WNA yang Dideportasi Meningkat 135,21 Persen

Imigrasi: Jumlah WNA yang Dideportasi Meningkat 135,21 Persen

27
0


Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim mencatat, sepanjang semester pertama tahun 2024, pihaknya telah mendeportasi 1.503 WNA dari Indonesia.

Karim menjelaskan, secara total, Direktorat Jenderal Imigrasi telah melaksanakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) terhadap 2.041 Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 75,19 persen dibanding semester I tahun 2023.

TAK yang diberlakukan kepada WNA tersebut memiliki berbagai bentuk, seperti pelarangan masuk ke Indonesia (deterrence), pembatasan masuk, pembatalan masuk, denda, bahkan deportasi. Sanksi yang paling sering dijatuhkan sepanjang semester pertama tahun 2024 adalah deportasi, dengan angka mencapai 73,64 persen dari seluruh TAK.

Menurut Karim, jumlah WNA yang dideportasi meningkat 135,21 persen dibanding semester I 2023. Saat itu, Direktorat Jenderal Imigrasi RI telah mendeportasi 639 orang. Meningkatnya popularitas Indonesia di kalangan WNA mungkin turut mendorong tren ini.

“Terdapat tren peningkatan kedatangan WNA ke Indonesia pada semester I-2024. Hal ini harus kita tanggapi dengan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap aktivitas mereka,” kata Karim dalam keterangan pers, Selasa, 9 Juli.

Karim juga mengungkapkan, sepanjang tahun ini, tiga kantor Imigrasi yang paling banyak memberikan sanksi administratif adalah Kantor Imigrasi Bogor (136 sanksi), Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta (124 sanksi), dan Batam (118 sanksi). Baru-baru ini, Juni lalu, Direktorat Jenderal Imigrasi RI menggelar Operasi Bali Becik dan menangkap 103 WNA yang diduga terlibat dalam jaringan kejahatan siber.

“Kami mengintensifkan operasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ini merupakan upaya kami untuk berkontribusi pada keamanan nasional sekaligus memberikan langkah preventif agar pelanggaran keimigrasian dapat diminimalkan,” pungkas Karim.

Sumber: indonesiaexpat.id





Source link